Pernah tidak, kamu merasakan.. Ada hal yang ingin sekali kamu lakukan tapi selalu saja ada yang menghalangi? Di saat hati meronta mengatakan lets do it! Tapi masih terhalangi oleh paradigma-paradigma negatif, padahal kamu tau bahwa apa yang akan kau lakukan itu adalah itulah yang kamu inginkan.
Yah.. Begitulah perasaanku pada hari itu. Tepatnya pada tanggal 17-Oktober-2017 hari kamis, selepas ba'da ashar hatiku meronta. Ingin sekali ku pakai kain kecil itu. Untuk sedikit menghibur hatiku, aku mengenakan scruf untuk menutupi wajahku. Ku pakai scruf itu, dengan model seperti cadar. Ku langkahkan kaki ku keluar rumah. Agak malu dan takut awalnya, tapi.. Oke tidak ada orang yang merespon penampilanku.
Aku berjanji pada diriku bahwa ketika bapak melihatku dengan penampilan seperti ini, dan beliau merespon seperti dengan yang lain (biasa) maka segera akan aku memakainya (cadar). Bapak memang tidak mengizinkanku memakai cadar, begitupun keluargaku yang lain, terutama keluargaku yang perempuan. Selang beberapa waktu, bapak telah pulang dari kantor, yang ku tunggu adalah respon darinya.
Dan..
Beliau tidak mengatakan apapun, tapi aku masih menunggu. Cukup lama.. Tapi tidak ada respon juga. Oke fix! Segera mungkin aku ke toko busana muslim di dekat rumah membeli cadar. Cadar hitam pertamaku yang ku kenakan tanpa ragu, tanpa malu lagi.
Sebenarnya aku sudah mempunyai beberapa cadar, tapi hanya tersimpan di lemari. Setiap kali membuka lemari, dan melihat cadar-cadar itu. Aku selalu bertanya, "kapan aku bisa memakai mu wahai cadar?" dan Alhamdulillaah.. Allah mudahkan.
Saya tau, banyak teman-teman yang lain sangat ingin mengenakan cadar. Dan kendala yang paling sering terjadi adalah karna orangtua belum mengizinkan. Sayapun demikian merasakan apa yang teman-teman rasakan. Tapi in syaa Allah, dengan niat kita yang baik, Allah akan mudahkan. Allah yang membolak-balikkan hati manusia. Allah yang membolak-balikkan hati ayah dan ibu kita. Percayalah, jika teman-teman masih takut diejek, diolok, dijauhi, dan lain sebagainya, sesungguhnya itu hanya bersifat sementara. Orang lain hanya melihat kita yang "baru". Selanjutnya mereka akan terbiasa dengan kita. Bukankah ridho Allah yang kita inginkan? Maka dengan adanya ejekan, olokan, dan lain sebagainya, itu tidak akan membuat kita goyah.
Barakallahufikum
Semoga bermanfaat
#MuhasabahEveryday
Minggu, 07 Januari 2018
Paradigma Cadar di Zaman Now
Assalamu'alaykum warahmatullaah..
Saya langsung saja yah, tanpa muqaddimah yang panjang. Hhehe.. Takut lupa soalnya. setelah sekian lama gak nulis di mari, tangannya jadi gatal pen nulis.
Cadar/Niqab, maa syaa Allah.. Alhamdulillaah sudah banyak teman2 kita yang memakainya. Termasuk saya. Alhamdulillaah.. Allah mudahkan mewujudkan salah satu cita2 saya. Semoga selalu istiqamah sampai nafas terakhir. Aamiin..
Dulu, sama sekali belum tau yang namanya cadar. Saya teringat ketika masih kecil, saya sedang berada di kampung mamak. Waktu itu saya sedang hujan-hujanan bersama teman, kemudian dari jauh terlihat ada seorang akhwat bercadar berjalan. Teman saya langsung menakut-nakuti dengan berkata, "Ada hantu!!" dan dia lari meninggalkan saya. Otomatis setelah melihat akhwat yang bercadar itu yang berpakaian serba hitam, saya ikut lari dengan jantung yang berdegup sangat kencang 😂
Ya, itu dulu. Dimana paradigma masyarakat tentang cadar terbilang negatif. Simbol terorislah, seramlah, hantulah, ninja, aneh, dan lain sebagainya (bahkan mungkin sekarang masih ada yang berfikiran begitu. Tapi tidak se ekstrem dulu).
Tapi, sekarang Maa syaa Allah. Bahkan santri wati saya mengatakan suatu saat nanti, kalau mereka sudah gede, ingin mengenakan cadar. Saya tanya alasannya, "kenapa ingin pake cadar?" mereka jawab, "ingin seperti kak Aisyah, cantik". Ini beneran loh, anak-anak gak pernah bohong kan yah, hahhaa 😁 (sekali-kali nyenangin diri lah 😌 )
Bahkan, Maa syaa Allah.. Keponakan saya yang umurnya belum setahun. Kalo saya panggil namanya, "Dibaaaaa sayaaanggg", "Assalamu'alaykum shalehah".. Lah, dia malah ketawa liat saya. Padahal ini muka gak keliatan ekspresinya. Hhihi.. Keponakan aunty yang cerdas 😘
Sejauh pengamatan saya (terkhusus di lingkungan saya) di zaman now ini masyarakat terutama anak-anak, Alhamdulillaah.. Mereka tidak takut lagi dengan namanya cadar. Ada sebuah caption yang sempat saya baca, bunyi nya kek gini:
"Mata masyarakat kita sudah terbiasa melihat maksiat, sehingga saat mata kita melihat sesuatu yang syar'i menjadi terlihat aneh bahkan menakutkan".
Nah.. Teman-teman pasti sudah tau kan maksud saya. Yupp!! Mari kita ubah manset masyarakat kita ini, apalagi kepada anak-anak. Mari kita tunjukkan bahwa jilbab syar'i dan cadar bukanlah sesuatu yang aneh dan menakutkan. Jadikan ia indah dengan akhlaq kita, tutur kata yang sopan lagi santun, silaturahim kita, senyum, salam, sapa. Maa syaa Allah..
Semoga dirimu, diriku, dan kalian semua selalu istiqamah dalam memakai pakaian indah ini. Doakan teman-teman kita, mari bantu teman-teman kita, dan mari ajak teman-teman kita yang belum memakai pakaian indah yang menutup aurat kita ini, agar dapat merasakan betapa nyamannya memakai pakain syar'i ini.
Dan marilah dengan bangga kita mengatakan, AKU BANGGA MENJADI MUSLIM, I WEAR HIJAB 'n NIQAB, I PROUD! ALLAHU AKBAR!!
Barakallahufikum 💜💜
Ahad, 7 Januari 2018
23:33 p. m
Menulis apa adanya, semoga bermanfaat
Saya langsung saja yah, tanpa muqaddimah yang panjang. Hhehe.. Takut lupa soalnya. setelah sekian lama gak nulis di mari, tangannya jadi gatal pen nulis.
Cadar/Niqab, maa syaa Allah.. Alhamdulillaah sudah banyak teman2 kita yang memakainya. Termasuk saya. Alhamdulillaah.. Allah mudahkan mewujudkan salah satu cita2 saya. Semoga selalu istiqamah sampai nafas terakhir. Aamiin..
Dulu, sama sekali belum tau yang namanya cadar. Saya teringat ketika masih kecil, saya sedang berada di kampung mamak. Waktu itu saya sedang hujan-hujanan bersama teman, kemudian dari jauh terlihat ada seorang akhwat bercadar berjalan. Teman saya langsung menakut-nakuti dengan berkata, "Ada hantu!!" dan dia lari meninggalkan saya. Otomatis setelah melihat akhwat yang bercadar itu yang berpakaian serba hitam, saya ikut lari dengan jantung yang berdegup sangat kencang 😂
Ya, itu dulu. Dimana paradigma masyarakat tentang cadar terbilang negatif. Simbol terorislah, seramlah, hantulah, ninja, aneh, dan lain sebagainya (bahkan mungkin sekarang masih ada yang berfikiran begitu. Tapi tidak se ekstrem dulu).
Tapi, sekarang Maa syaa Allah. Bahkan santri wati saya mengatakan suatu saat nanti, kalau mereka sudah gede, ingin mengenakan cadar. Saya tanya alasannya, "kenapa ingin pake cadar?" mereka jawab, "ingin seperti kak Aisyah, cantik". Ini beneran loh, anak-anak gak pernah bohong kan yah, hahhaa 😁 (sekali-kali nyenangin diri lah 😌 )
Bahkan, Maa syaa Allah.. Keponakan saya yang umurnya belum setahun. Kalo saya panggil namanya, "Dibaaaaa sayaaanggg", "Assalamu'alaykum shalehah".. Lah, dia malah ketawa liat saya. Padahal ini muka gak keliatan ekspresinya. Hhihi.. Keponakan aunty yang cerdas 😘
Sejauh pengamatan saya (terkhusus di lingkungan saya) di zaman now ini masyarakat terutama anak-anak, Alhamdulillaah.. Mereka tidak takut lagi dengan namanya cadar. Ada sebuah caption yang sempat saya baca, bunyi nya kek gini:
"Mata masyarakat kita sudah terbiasa melihat maksiat, sehingga saat mata kita melihat sesuatu yang syar'i menjadi terlihat aneh bahkan menakutkan".
Nah.. Teman-teman pasti sudah tau kan maksud saya. Yupp!! Mari kita ubah manset masyarakat kita ini, apalagi kepada anak-anak. Mari kita tunjukkan bahwa jilbab syar'i dan cadar bukanlah sesuatu yang aneh dan menakutkan. Jadikan ia indah dengan akhlaq kita, tutur kata yang sopan lagi santun, silaturahim kita, senyum, salam, sapa. Maa syaa Allah..
Semoga dirimu, diriku, dan kalian semua selalu istiqamah dalam memakai pakaian indah ini. Doakan teman-teman kita, mari bantu teman-teman kita, dan mari ajak teman-teman kita yang belum memakai pakaian indah yang menutup aurat kita ini, agar dapat merasakan betapa nyamannya memakai pakain syar'i ini.
Dan marilah dengan bangga kita mengatakan, AKU BANGGA MENJADI MUSLIM, I WEAR HIJAB 'n NIQAB, I PROUD! ALLAHU AKBAR!!
Barakallahufikum 💜💜
Ahad, 7 Januari 2018
23:33 p. m
Menulis apa adanya, semoga bermanfaat
Kamis, 27 Juli 2017
Berbicara Tentang Masa Lalu, Yuk Hijrah!
Berbicara tentang masa lalu...
Kadang, seorang yang memilih untuk hijrah ilallaah, tidak mau mengungkit masa lalunya kembali.
Namun, beda denganku...
Ketika ada seorang teman mengatakan, "kok bisa kamu seperti sekarang?", maka akan ku ceritakan padanya kisahku..
Akupun dulu adalah seorang yang pernah menjalankan aktivitas pacaran, bahkan ketika aku tau hukum pacaran itu Haram, "Dan janganlah kamu mendekati zina.. (QS. Al-Israa:32) aku tetap menjalankannya. Tanpa pernah memikirkan bahayanya aktivitas itu.
Aku juga adalah seorang yang dulunya menganggap jeans adalah keren. Akupun bangga memakainya ketika bepergian bersama teman-temanku.
Sholat aku lalaikan, mager aku pelihara, bahkan sangat jarang membaca buku. Aku memakai jilbab, tapi masih mengikuti tutorial hijab yang jilbabnya di pentul sana sini. Ribet 😂
Foto diriku ku biarkan terpajang di sosial media, membiarkan orang menatap wajahku dengan leluasa, sehingga mendapat banyak komentar dari pengguna sosmed, "Subhanallah.. Senyumnya", "Maa syaa Allah, cantik" dan berbagai pujian yang membuatku merasa "bangga".
(Astaghfirullaah.. Astaghfirullaah.. Astaghfirullaah.. 😥 )
Aku memilih untuk meninggalkan dan memperbaiki itu semua, aku senang berbagi dengan teman yang bertanya, "Kok bisa seperti sekarang?" yah.. Tujuanku agar mereka dapat mengambil hikmah dari kisahku, menjadi perantara untuk mendapatkan hidayah untuk mereka, serta menjadi pengingat bagi diriku akan hal masa laluku agar tidak berhenti untuk memperbaiki diri menjadi lebih baik lagi di hadapanNya ♥
Pacaran? Ah.. Tidak lagi! Tidak akan! Betapa beraninya aku menghianati Rabb ku yang telah memberikan nikmat yang begitu banyak. Betapa beraninya aku membangkan terhadap perintahNya. Oh jangan lagi! Satu hal yang ku percaya bahwa Allah tidak akan mengecewakan hambaNya yang memilih jalan mencintai dengan benar 😉 #AllahDulu_AllahLagi_AllahTerus
Kutinggalkan jeans, lalu ku pilih rok dan baju gamis serta jilbab yang menutupi dada tanpa ikut tutorial pentul sana pentul sini 😂, (ingat loh yaah, menutup bukan membalut. Tidak tampak lekuk tubuh) yang tentu pakaian inilah yang nyaman untuk perempuan. Meski ada saja yang beranggapan memakai gamis tampak seperti ibu-ibu. Kenapa tidak? Toh kita akan menjadi ibu nantinya. Adapun diantara ciri pakaian wanita adalah, longgar tidak tipis, sederhana tidak mencolok, melewati mata kaki, tidak menyerupai pakaian kaum kafir, tidak menyerupai pakaian laki-laki, tidak di pakaikan wawangian kecuali di depan suami. Bagaimana? Simple kan? 😉
Tidak mengupload foto adalah salah satu yang paling susah, banyak godaannya. Kadang aku tergiur untuk mengupload foto gara-gara teman-teman yang lain yang bahkan yang berjilbab besar dan bercadar mengupload foto dengan caption dakwah. Ah.. Seribu macam cara di lakukan syetan untuk menggoda. Tapi tetapkan prinsip, "Cantikmu hanya untuk suamimu, wajahmu bukan pajangan. Wanita adalah perhiasan dunia, bukan perhiasan sosmed. Dan sebaik-baik wanita adalah istri yang sholehah" 😇
Dear, yuk jemput hidayah itu. Mendekat pada Allah. Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Yuk berhijrah, Ajal senantiasa mendekat. Entah kapan dia akan datang kepada kita.
Doakan temanmu sedang sedang hijrah, semoga Istiqamah, sebab menjaga hidayah itu sulit..
"Hijrah bukan hanya dengan kata-kata, akan tetapi di buktikan dengan perbuatan kita" ♥♥
Kadang, seorang yang memilih untuk hijrah ilallaah, tidak mau mengungkit masa lalunya kembali.
Namun, beda denganku...
Ketika ada seorang teman mengatakan, "kok bisa kamu seperti sekarang?", maka akan ku ceritakan padanya kisahku..
Akupun dulu adalah seorang yang pernah menjalankan aktivitas pacaran, bahkan ketika aku tau hukum pacaran itu Haram, "Dan janganlah kamu mendekati zina.. (QS. Al-Israa:32) aku tetap menjalankannya. Tanpa pernah memikirkan bahayanya aktivitas itu.
Aku juga adalah seorang yang dulunya menganggap jeans adalah keren. Akupun bangga memakainya ketika bepergian bersama teman-temanku.
Sholat aku lalaikan, mager aku pelihara, bahkan sangat jarang membaca buku. Aku memakai jilbab, tapi masih mengikuti tutorial hijab yang jilbabnya di pentul sana sini. Ribet 😂
Foto diriku ku biarkan terpajang di sosial media, membiarkan orang menatap wajahku dengan leluasa, sehingga mendapat banyak komentar dari pengguna sosmed, "Subhanallah.. Senyumnya", "Maa syaa Allah, cantik" dan berbagai pujian yang membuatku merasa "bangga".
(Astaghfirullaah.. Astaghfirullaah.. Astaghfirullaah.. 😥 )
Aku memilih untuk meninggalkan dan memperbaiki itu semua, aku senang berbagi dengan teman yang bertanya, "Kok bisa seperti sekarang?" yah.. Tujuanku agar mereka dapat mengambil hikmah dari kisahku, menjadi perantara untuk mendapatkan hidayah untuk mereka, serta menjadi pengingat bagi diriku akan hal masa laluku agar tidak berhenti untuk memperbaiki diri menjadi lebih baik lagi di hadapanNya ♥
Pacaran? Ah.. Tidak lagi! Tidak akan! Betapa beraninya aku menghianati Rabb ku yang telah memberikan nikmat yang begitu banyak. Betapa beraninya aku membangkan terhadap perintahNya. Oh jangan lagi! Satu hal yang ku percaya bahwa Allah tidak akan mengecewakan hambaNya yang memilih jalan mencintai dengan benar 😉 #AllahDulu_AllahLagi_AllahTerus
Kutinggalkan jeans, lalu ku pilih rok dan baju gamis serta jilbab yang menutupi dada tanpa ikut tutorial pentul sana pentul sini 😂, (ingat loh yaah, menutup bukan membalut. Tidak tampak lekuk tubuh) yang tentu pakaian inilah yang nyaman untuk perempuan. Meski ada saja yang beranggapan memakai gamis tampak seperti ibu-ibu. Kenapa tidak? Toh kita akan menjadi ibu nantinya. Adapun diantara ciri pakaian wanita adalah, longgar tidak tipis, sederhana tidak mencolok, melewati mata kaki, tidak menyerupai pakaian kaum kafir, tidak menyerupai pakaian laki-laki, tidak di pakaikan wawangian kecuali di depan suami. Bagaimana? Simple kan? 😉
Tidak mengupload foto adalah salah satu yang paling susah, banyak godaannya. Kadang aku tergiur untuk mengupload foto gara-gara teman-teman yang lain yang bahkan yang berjilbab besar dan bercadar mengupload foto dengan caption dakwah. Ah.. Seribu macam cara di lakukan syetan untuk menggoda. Tapi tetapkan prinsip, "Cantikmu hanya untuk suamimu, wajahmu bukan pajangan. Wanita adalah perhiasan dunia, bukan perhiasan sosmed. Dan sebaik-baik wanita adalah istri yang sholehah" 😇
Dear, yuk jemput hidayah itu. Mendekat pada Allah. Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Yuk berhijrah, Ajal senantiasa mendekat. Entah kapan dia akan datang kepada kita.
Doakan temanmu sedang sedang hijrah, semoga Istiqamah, sebab menjaga hidayah itu sulit..
"Hijrah bukan hanya dengan kata-kata, akan tetapi di buktikan dengan perbuatan kita" ♥♥
Jumat, 14 Juli 2017
Ceritaku: Hujan, Dilema antara buka kaos kaki atau tidak?
Waktu itu, kelas XII aku sedang menunggu bapak menjemputku. Cuaca kala itu sedang hujan deras. Aku duduk di lobi sekolah ditemani dengan sahabatku, Putri.
Di kelas XII inilah awal aku memutuskan untuk berhijrah. Masa dimana aku merasakan nikmat hidayah dari-Nya. Ahh.. Indahnya masa itu.
Ketika hujan turun, aku merasa dilema. Apakah aku harus membuka kaos kaki atau tetap membiarkannya basah. Jika aku membuka kaos kaki, rasanya tak nyaman, karna kaki adalah bagian dari aurat wanita, belum lagi disitu ada ustadz aku yang juga duduk dilobi. Aku semakin tak nyaman. Jika tidak membuka kaos kaki, aku takut orang-orang akan menilaiku aneh atau bodoh.
Aku membatin dalam hati, kemudian meminta pendapat pada sahabatku. Lalu dia berkata, "buka saja, kamu kan pakai sepatu kets. Kakinya gak keliatan". Tapi, tetap aku tidak setuju. Dalam hati aku masih membatin dan dilema.
Tidak lama, bapakku sudah datang. Lalu hati kecil berkata, "Bukankah ridha Allah yang kau cari, Aisyah.. " dan Bismillaah.. Aku melangkahkan kakiku, berjalan di genangan air hujan, orang-orang disekitarku memandang aneh. Ahh.. Masa bodoh dengan itu.
Lalu aku pamit pada putri, dan Seketika hati merasa tenang.
---------------------
Yup, kaki adalah bagian dari aurat wanita yang harus ditutup. Bukan hanya sekali saya dilema begini, setiap musim hujan tiba, lagi-lagi saya selalu galau karna tidak membawa kaos kaki cadangan 😂
Jadi shalihah, kakinya juga ditutup yah. Itu aurat loh..
#MuliaDenganHijabSyar'i #KakiItuAuratWanita #TaatTanpaNanti #KeepIstiqamah #MuslimahCerdas
Di kelas XII inilah awal aku memutuskan untuk berhijrah. Masa dimana aku merasakan nikmat hidayah dari-Nya. Ahh.. Indahnya masa itu.
Ketika hujan turun, aku merasa dilema. Apakah aku harus membuka kaos kaki atau tetap membiarkannya basah. Jika aku membuka kaos kaki, rasanya tak nyaman, karna kaki adalah bagian dari aurat wanita, belum lagi disitu ada ustadz aku yang juga duduk dilobi. Aku semakin tak nyaman. Jika tidak membuka kaos kaki, aku takut orang-orang akan menilaiku aneh atau bodoh.
Aku membatin dalam hati, kemudian meminta pendapat pada sahabatku. Lalu dia berkata, "buka saja, kamu kan pakai sepatu kets. Kakinya gak keliatan". Tapi, tetap aku tidak setuju. Dalam hati aku masih membatin dan dilema.
Tidak lama, bapakku sudah datang. Lalu hati kecil berkata, "Bukankah ridha Allah yang kau cari, Aisyah.. " dan Bismillaah.. Aku melangkahkan kakiku, berjalan di genangan air hujan, orang-orang disekitarku memandang aneh. Ahh.. Masa bodoh dengan itu.
Lalu aku pamit pada putri, dan Seketika hati merasa tenang.
---------------------
Yup, kaki adalah bagian dari aurat wanita yang harus ditutup. Bukan hanya sekali saya dilema begini, setiap musim hujan tiba, lagi-lagi saya selalu galau karna tidak membawa kaos kaki cadangan 😂
Jadi shalihah, kakinya juga ditutup yah. Itu aurat loh..
#MuliaDenganHijabSyar'i #KakiItuAuratWanita #TaatTanpaNanti #KeepIstiqamah #MuslimahCerdas
Jumat, 19 Agustus 2016
Untuk Sahabat Kami (Aku) Yang Memilih "Pergi"
Kurang lebih sudah hampir 2 tahun kita tidak saling menyapa, bahkan selama itu juga kamu tiada kabar. Kepergianmu bagaikan ditelan bumi, jauh kedalam sampai kami pun tak bisa menemukan jejakmu lagi. Bukankah kita memulai persahabatan ini atas dasar sayang?
Entahlah, itu hanya bagi kami yang masih rindu atas kehadiranmu. Kami ingin bertemu denganmu lagi, menuntaskan rasa rindu yang sudah memuncak. Tapi, sampai sekarang kami juga belum bisa menemukan keberadaanmu. Yang kami tahu, sekarang kamu sedang sibuk-sibuknya bekerja di sebuah toko ternama.
Tak bisakah kamu mengirim kabar pada burung merpati atau hanya sekedar menitipkan rindu pada angin. Tapi yang pasti, kami selalu mendoakanmu di setiap sujud kami.
Oh ya, sebenarnya kami ingin segera mengubur kenangan tentang dirimu yang tak tau diri itu. Tapi kami tak bisa atau memang kami tak ingin bisa. Sebagai sahabatmu yang berbagi suka-duka di waktu kita masih sekolah dulu, di Madrasah Aliyah dengan seribu problema.
Masih ingatkah kamu perkataan mu di saat detik-detik kita setelah perpisahan, dan memulai untuk melangkah mencapai impian kita masing-masing? Kamu berkata bahwa kita harus tetap menjalin komunikasi walau sesibuk apapun kita. Ingat! itu kamu loh yang bilang. Namun nyatanya, kamu sendiri yang memutuskan komunikasi pada kami.
Kemana perginya sahabat kami yang dulu? Masihkah kamu mengingat kami? Sudah tak perlu dijawab, kamu tentu masih mengingat kami, bukan? Atau kamu sudah tak ingin tahu apapun mengenai kami.
Kamu bilang kami adalah sahabatmu, lalu mengapa kamu tak pernah memberi kabar tentang bagaimana hidup yang sedang kamu jalani sekarang?
Bukankah Persahabatan itu seperti Tangan dan Mata. Ketika tangan terluka, maka Matapun ikut menangis, dan ketika Mata menangis, maka Tanganlah yang selalu bersedia untuk menghapus air mata yang jatuh.
Aku merindukan kebersamaan kita dahulu, apa kamu sudah lupa? Selalu ada moment kebersamaan yang kita abadikan dalam sekedar foto selfie. Kamu ingat, awal kita saling kenal, hingga kita putuskan untuk menyebut "ke-kita-an" kita sebagai "sahabat"
Betapa seringnya kita melakukan hal bersama. Mulai dari main bareng, makan, cerita tentang masa depan kita, sholat dhuha di musholla, banyak sekali. Karena kebersamaan kita tak pernah absen dari keberadaan kita, ada aku ada kalian. -Aisyah Arsyad-
Untuk Sahabat kami yang memilih pergi, Kembalilah segera…..
Kami merindukan sahabat kami yang dulu.
Selasa, 09 Agustus 2016
Mama, You're the Queen of My Heart
Bismillaahirrahmaanirrahiim
Aku dan Mama, hampir tak ada privasi diantara kami. Apapun yang ku lakukan, seberat dan sekecil apapun masalahku, mama selalu mendengarkan keluh kesah ku. Mendengarkan kisah asmaraku, mendengarkan cerita pertengkaranku dengan teman-teman ku, mendengarkan pengalamanku ketika pergi di suatu tempat yang baru aku kunjungi. Mama adalah orang yang siap sedia menjadi pendengar untukku.
Begitupun sebaliknya, mama pun selalu menceritakan keluh kesahnya, bahkan tak sungkan untuk meminta saran dan pendapat dari anak gadisnya ini. Awalnya, aku dan mama tidak begitu akrab. Namun seiring berjalannya waktu dan bertambahnya usiaku, aku menyadari bahwa mama adalah everything untukku.
Ketika mama mengandung adikku, Syahrul. Aku melihat secara langsung bagaimana perjuangan mama, mulai saat dia mengalami muntah-muntah, mengandung, sampai melahirkan. Mama adalah sosok yang luar biasa, sangat luar biasa. Dulu, mama sering memarahiku dan aku sempat berfikir mama tidak sayang dengan aku Dan ketika Syahrul di lahirkan, aku melihat air mata keluar dari mata mama, air mata haru dan bahagia. Disitulah fikiran "mama tidak sayang denganku" hilang dalam benakku. Mama sayang padaku, sayang dengan semua anak-anaknya. Terlihat jelas ketika anaknya telah lahir ke dunia. Semua paradigma negatif tentang mama yang selama ini ku fikirkan, ah.. bodohnya aku! Mama.. maafkan anakmu ini.
Aku ingin melihat mama mengenakan kain kerudung, pasti akan terlihat cantik. setiap kali aku menanyakan, "Maa, kapan pakai kerudung?", Mama dengan malu menjawab, "Nanti, kalau Syahrul sudah besar.". Ah.. mama ku ini. Aku selalu mendoakanmu agar hatimu tergerak untuk memakai kerudung, karna aku sayang mama, aku ingin bersama-sama mama tidak hanya di dunia, tapi di akhirat kelak. Aamiin.., Berkumpul kembali bersama keluarga kecil kita, Mama, Bapak, Fatimah, Syahrul, dan Aku. Semoga dalam waktu yang dekat ini, mama akan bilang padaku, "Mama sudah mantap memakai kerudung, Nak!". Bahagianyaa... Love you maa..
Maa..
Aku minta maaf untuk semua yang pernah ku lakukan padamu, yang selalu mengecewakanmu, membuat marah, bahkan aku pernah membuatmu menitikkan air mata karna ulahku.
Maa..
Maafkan aku yang sering bertutur kata yang tidak santun kepadamu, maafkan aku yang pernah membentakmu. Membuat hatimu sakit, sungguh maafkan aku...
Terima kasih untukmu, mama..
Wanita yang paling berani yang pernah mempertaruhkan nyawanya untukku, untuk adik-adikku.
Uhibbuki Fillaah Umi, Saranghae Eomma, I love You Mama.. <3
Minggu, 07 Agustus 2016
Kenangan bersama Bapak
Bismillaahirrahmaanirrahiim
Kangen waktu masih kecil dulu, sering nonton tivi bareng bapak. Dulu kami paling suka nonton film Box Office Movies di Trans Tv atau di Global Tv. Kalau sudah nontoon film kami bisa lupa waktu, alias begadang. hhih..
Aku paling inget, bapak itu dulunya suka mandi malam, namanya juga anak kecil yah pasti mau ikutin apapun yang di lakukan bapak. Kalo bapak selesai mandi aku bilang "Pak, saya juga mau mandi malam". hhehe.. awalnya gak di izinin tapi setelah berkali-kali bilang mau mandi malam juga, bapak izinin deh. itupun cuma sekali dua kali. hhah..
Kangen..
Kalo nonton sama bapak biasanya juga aku ketiduran. Kalo sudah ketiduran si bapak gendong aku ke tempat tidur, hheh itu moment yang paling indah. Kadang aku juga pura-pura ketiduran biar bisa di gendong sama bapak.
Rasanya, aku ingin kembali di masa itu. Masa dimana aku tertidur di depan tivi dan esok paginya saat aku bangun telah berada di atas kasur. ^_^
Aku menyadari bahwa seluruh paksaan yang engkau lakukan semata-mata hanya karna memikirkan masa depanku, iyakan? Tapi, saat pilihanku tidak sesuai dengan keinginan bapak , bapak tetap tersenyum dan mendukungku.
Untuk sosok yang pertama mengumandangkan azan di telingaku, sosok yang pertama gelisah ketika aku sakit, yang mengajarkanku membaca, mengenalkanku pada Allah dan Rasulullaah shallallahu'alayhi wa sallam, sosok yang biasa ku panggil dengan sebutan Bapak.
Terima kasih ku ucapkan karna telah menjadi super hero ku, menjadi the first love ku, dan membuatku jatuh cinta setiap hari denganmu... Ana Uhibbuka Fillaah yaa Abati
😍😍😍
Langganan:
Postingan (Atom)






